Logitech PRO X2 SUPERSTRIKE Resmi Hadir di Indonesia, Usung Teknologi SUPERSTRIKE

Logitech PRO X2 SUPERSTRIKE Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Standar Baru Mouse Gaming Probhn

Kabar baik bagi gamer kompetitif di Tanah Air. Logitech PRO X2 SUPERSTRIKE dipastikan segera hadir akaislot di Indonesia dengan membawa inovasi terbaru di dunia mouse gaming profesional. Perangkat ini sebelumnya diperkenalkan dalam ajang Logitech G Play 2025 dan langsung menarik perhatian komunitas esports global.

Mouse ini digadang-gadang sebagai terobosan baru berkat teknologi klik revolusioner yang belum pernah digunakan sebelumnya dalam industri gaming.

Perdana Usung Teknologi SUPERSTRIKE

Salah satu daya tarik utama Logitech PRO X2 SUPERSTRIKE adalah teknologi SUPERSTRIKE. Sistem ini menggabungkan inductive analog sensing dengan real-time click haptics untuk menghadirkan akaislot respons klik yang lebih cepat dan presisi dibanding microswitch mekanis konvensional.

Teknologi ini memanfaatkan kumparan tembaga untuk menciptakan medan elektromagnetik, sehingga menghilangkan kebutuhan akan sistem mekanis tradisional. Hasilnya, jarak tekan klik bisa dibuat sedalam 0,6 mm, memberikan respons instan dalam situasi kompetitif.

Pengguna juga diberikan fleksibilitas tinggi melalui:

  • 10 tingkat pengaturan titik aktivasi (actuation point)

  • 5 tingkat rapid trigger reset

Artinya, gamer akaislot bisa menyesuaikan respons klik sesuai gaya bermain, baik untuk FPS dengan flick cepat maupun game strategi yang membutuhkan kontrol presisi.

Real-Time Click Haptics untuk Sensasi Lebih Nyata

Selain kecepatan akaislot, Logitech PRO X2 SUPERSTRIKE juga menghadirkan sistem real-time click haptics. Aktuator haptik di dalamnya memberikan umpan balik taktil setiap kali tombol ditekan maupun kembali ke posisi awal.

Melalui aplikasi Logitech G HUB, intensitas feedback bisa diatur dalam lima tingkat berbeda. Fitur ini memberikan sensasi klik yang lebih terasa dan meyakinkan, membantu pemain mempertahankan konsistensi di momen krusial pertandingan.

HITS: Sistem Pemicu Induktif yang Lebih Canggih

SUPERSTRIKE bekerja berkat sistem baru bernama Haptic Inductive Trigger System (HITS). Teknologi ini menggantikan microswitch tradisional dengan sistem analog murni yang lebih adaptif.

Dengan kombinasi adjustable actuation akaislot, rapid trigger, dan haptics terintegrasi, Logitech menetapkan standar baru untuk perangkat gaming kompetitif. Bahkan diklaim mampu mengurangi latensi klik hingga 30 milidetik—angka yang sangat berarti di level turnamen profesional.

Sensor HERO 2 dengan Teknologi Power of 8

Di sektor sensor, Logitech PRO X2 SUPERSTRIKE dibekali sensor HERO 2 dengan teknologi akaislot “Power of 8”. Sensor ini dirancang untuk memastikan pelacakan gerakan tetap akurat dalam kondisi ekstrem.

Spesifikasi unggulannya meliputi:

  • 8 kHz polling rate dengan teknologi LIGHTSPEED (input setiap 0,125 ms)

  • 88G acceleration untuk gerakan flick berkecepatan tinggi

  • 888 IPS tracking demi akurasi pixel-perfect

Kombinasi tersebut membuat mouse ini tetap responsif, baik untuk gerakan mikro maupun pergerakan agresif dalam pertandingan FPS intens.

Ringan dan Nyaman untuk Sesi Panjang

Meski membawa fitur kelas atas, Logitech PRO X2 SUPERSTRIKE tetap mempertahankan desain ergonomis dan ringan. Dengan bobot hanya 65 gram, mouse ini nyaman digunakan dalam sesi bermain panjang tanpa membuat tangan cepat lelah.

Mouse feet PTFE zero-additive dengan desain curve-cut memastikan pergerakan tetap mulus di berbagai permukaan mousepad.

Siap Jadi Standar Baru Esports?

Kehadiran Logitech PRO X2 SUPERSTRIKE di Indonesia membuka peluang baru bagi gamer profesional maupun enthusiast untuk merasakan teknologi klik generasi terbaru.

Dengan inovasi SUPERSTRIKE, HITS, dan sensor HERO 2, mouse ini tidak hanya sekadar peningkatan performa, tetapi juga redefinisi pengalaman klik dalam dunia esports modern.

POCO F8 Series Resmi Meluncur di Indonesia, F8 Pro dan F8 Ultra

POCO F8 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan F8 Pro dan F8 Ultra

POCO akhirnya resmi menghadirkan mizuslot POCO F8 Series ke pasar Indonesia. Seri terbaru ini langsung membawa dua varian tertinggi, yakni POCO F8 Pro dan POCO F8 Ultra, yang ditujukan untuk pengguna dengan kebutuhan performa ekstrem, terutama gamer dan power user.

Peluncuran ini menegaskan komitmen POCO untuk terus bermain di kelas flagship dengan harga kompetitif namun spesifikasi agresif.

POCO F8 Pro, Flagship Performa Tinggi dengan Pendinginan Canggih

POCO F8 Pro hadir dengan desain one-piece milled glass yang memberi kesan premium sekaligus kokoh. Di sektor performa, ponsel mizuslot ini ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite yang dipadukan dengan teknologi WildBoost Optimization untuk memastikan performa stabil dalam sesi gaming panjang.

Layar POCO HyperRGB yang digunakan menawarkan kualitas visual setara 2K dengan konsumsi daya yang lebih efisien hingga 22,3 persen. Untuk urusan audio, POCO F8 Pro tetap mempertahankan kualitas suara premium berkat dukungan Sound by Bose Technology.

Perangkat ini sudah menjalankan Xiaomi HyperOS 3 serta mendukung eSIM. Xiaomi Surge T1+ Tuner, dan fitur Xiaomi Offline Communication yang memungkinkan komunikasi darurat tanpa jaringan. Pendinginan mizuslot menjadi salah satu nilai jual utama melalui LiquidCool Technology dengan sistem IceLoop triple-layer 3D pertama dari POCO yang efektif meredam panas permukaan.

Baterai berkapasitas 6210mAh diklaim mampu bertahan hingga 16 jam penggunaan harian atau sekitar 10 jam sesi gaming intens. Di sektor kamera, POCO F8 Pro membawa peningkatan signifikan dengan kamera telephoto 50MP yang mendukung 2,5x optical zoom serta 5x lossless zoom untuk hasil potret dan detail close-up yang lebih tajam.

POCO F8 Ultra, Naik ke Level Ultra Flagship

Bagi pengguna yang menginginkan spesifikasi tanpa kompromi, POCO F8 Ultra hadir sebagai varian tertinggi. Dan ditenagai dual chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan VisionBoost D8, dengan skor AnTuTu diklaim menembus angka 3,9 juta.

Layarnya menggunakan panel POCO HyperRGB AMOLED berukuran 6,9 inci dengan panel M10. Efisiensi luminans meningkat hingga 11,4 persen sehingga layar lebih cerah namun tetap hemat daya. Kombinasi Smart Frame Rate 120 FPS, resolusi Super 1.5K, serta fitur AI Super Resolution dari modul GEX terbaru memberikan pengalaman visual yang lebih imersif.

Sektor kamera mizuslot juga menjadi daya tarik utama lewat sistem Triple 50MP Camera dengan sensor Light Fusion 950 dan 5x Optical Periscope Telephoto pertama di lini POCO. Dari sisi desain dan durabilitas, POCO F8 Ultra menggunakan bodi aluminium premium. Proteksi POCO Shield Glass, serta sertifikasi IP68 yang membuatnya siap digunakan di berbagai kondisi ekstrem.

Kolaborasi Audio dengan Bose Jadi Nilai Tambah

Melalui POCO F8 Series, POCO kembali melanjutkan kerja sama dengan Bose di sektor audio. POCO F8 Ultra dibekali sistem audio 2.1-channel Sound by Bose, sementara POCO F8 Pro menggunakan Sound by Bose Technology untuk menghasilkan karakter suara yang lebih seimbang dan bertenaga.

Kolaborasi ini memperkuat identitas POCO sebagai brand yang tidak hanya fokus pada performa mentah, tetapi juga pengalaman multimedia yang menyeluruh.

POCO Tegaskan DNA Performa Ekstrem

PR Manager POCO Indonesia, Novita Krisutami, menegaskan bahwa kehadiran POCO F8 Pro dan POCO F8 Ultra merupakan wujud nyata dari filosofi POCO yang selalu berani mendobrak batas. Menurutnya, lini F8 Series dihadirkan untuk menjawab kebutuhan POCO Fans di Indonesia yang menginginkan performa buas tanpa setengah-setengah. Mulai dari gaming, multimedia, hingga kolaborasi audio premium.

Peluncuran POCO F8 Series di Indonesia menunjukkan langkah agresif POCO di segmen flagship. Dengan POCO F8 Pro yang seimbang dan POCO F8 Ultra yang benar-benar all-out, seri ini menawarkan performa tinggi. Kamera naik kelas, sistem pendinginan canggih, serta audio premium hasil kolaborasi dengan Bose.

Bagi pengguna yang mencari smartphone performa ekstrem dan fitur lengkap, POCO F8 Series menjadi pilihan paling menarik di tahun ini.

RTX 4080 SUPER GPU High-End Meledak? PCB Berlubang!!

RTX 4080 SUPER Meledak hingga PCB Berlubang, Masalah Baru GPU High-End?

Komunitas teknologi pusatkoin kembali dikejutkan oleh insiden serius yang melibatkan kartu grafis kelas atas. Kali ini, RTX 4080 SUPER meledak hingga menyebabkan PCB berlubang, sebuah kerusakan ekstrem yang jarang terjadi dan langsung memicu kekhawatiran di kalangan pengguna PC enthusiast.

Kasus pusatkoin ini mencuat setelah dibagikan oleh seorang pengguna forum teknologi dan dengan cepat menjadi topik hangat, terutama karena sebelumnya isu GPU NVIDIA lebih banyak berkutat pada kabel daya yang meleleh.

Kronologi RTX 4080 SUPER Meledak Saat Dinyalakan

Insiden tersebut pertama kali diungkap oleh seorang pengguna Reddit dengan nama akun TwistedCollossus di platform Reddit. Ia mengaku kejadian berlangsung hampir seketika saat kartu grafis dipasang pada test bench dan sistem dinyalakan.

Menurut keterangannya, GPU langsung memercikkan api sesaat setelah mendapat aliran listrik. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan lubang besar yang menembus PCB di area dekat konektor daya 16-pin—lokasi yang selama ini memang menjadi titik sensitif pada GPU modern.

PCB Berlubang, Kerusakan Tidak Biasa

Kerusakan yang dialami RTX 4080 SUPER pusatkoin ini tergolong sangat parah. Tidak hanya mati total, lapisan PCB dilaporkan terbakar hingga berlubang, meninggalkan bekas hangus yang dalam di bawah heatsink.

Fenomena seperti ini jarang terjadi pada kartu grafis konsumen, terlebih pada model kelas atas yang secara desain seharusnya memiliki proteksi kelistrikan berlapis.

Dugaan Penyebab: Masalah VRM Internal

Berdasarkan diskusi komunitas pusatkoin dan analisis awal, penyebab RTX 4080 SUPER meledak diduga berasal dari kegagalan VRM (Voltage Regulator Module). Korsleting dengan intensitas tinggi kemungkinan memicu kerusakan fatal pada komponen seperti MOSFET atau kapasitor.

Arus listrik yang tidak terkendali menghasilkan suhu ekstrem dalam waktu sangat singkat, cukup untuk merusak struktur PCB dan menyebabkan ledakan kecil di dalam kartu grafis.

Jika dugaan ini benar, maka masalahnya bukan lagi pada kabel daya eksternal, melainkan pada komponen internal GPU itu sendiri.

Risiko Garansi Jadi Dilema Pengguna

Masalah lain yang muncul dari insiden ini adalah potensi kendala klaim garansi pusatkoin. Pemilik kartu grafis tersebut diketahui membongkar unit GPU untuk mendokumentasikan kerusakan.

Dalam banyak kasus, tindakan membongkar kartu grafis dapat dianggap sebagai pelanggaran syarat garansi oleh produsen. Hal ini menempatkan pengguna pada posisi sulit, meskipun kerusakan diduga berasal dari cacat produksi.

Belum Ada Pernyataan Resmi Produsen

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak MSI selaku produsen pusatkoin kartu grafis terkait kasus ini. Ketiadaan klarifikasi membuat spekulasi berkembang luas di komunitas hardware.

Beberapa pengguna menyarankan agar pemilik GPU dengan gejala tidak normal segera menghubungi layanan purna jual tanpa melakukan pembongkaran lebih lanjut.

Imbauan Keamanan bagi Pengguna GPU High-End

Di tengah viralnya kasus RTX 4080 SUPER meledak, komunitas teknologi mengingatkan pengguna untuk lebih waspada. Jika tercium bau menyengat, terdengar suara tidak wajar, atau terlihat percikan api, langkah paling aman adalah segera memutus aliran listrik.

GPU kelas atas memang menawarkan performa luar biasa, namun konsumsi daya yang tinggi membuat aspek pemasangan dan kualitas komponen menjadi krusial bagi keselamatan sistem.

Insiden RTX 4080 SUPER yang meledak hingga PCB berlubang menambah daftar panjang kekhawatiran terkait GPU high-end generasi terbaru. Jika sebelumnya isu berfokus pada kabel daya meleleh, kini perhatian bergeser ke potensi cacat komponen internal seperti VRM.

Selama belum ada klarifikasi resmi dari produsen, pengguna disarankan tetap berhati-hati dan memperhatikan setiap tanda abnormal pada sistem mereka. Kasus ini menjadi pengingat bahwa performa ekstrem harus selalu diimbangi dengan standar keamanan yang benar-benar matang.

Intel rilis GPU baru, CEO Intel Tegaskan Tetap Rilis GPU Baru

Belum Nyerah CEO Intel, Meski belum menjadi pemain dominan di pasar kartu grafis diskrit, Intel rilis GPU baru sebagai bukti bahwa perusahaan belum menyerah dalam persaingan industri semikonduktor. Langkah ini menandai ambisi Intel untuk kembali mencoba pusatkoin peruntungan, kali ini dengan fokus yang lebih strategis dan terarah.

Di tengah dominasi NVIDIA di sektor GPU, khususnya untuk kebutuhan kecerdasan buatan dan data center, Intel menegaskan komitmennya untuk tetap terjun ke pasar yang sama.

Intel Fokus ke GPU Server, Bukan Konsumen

CEO Intel, Lip-Bu Tan, mengungkapkan bahwa Intel akan merilis GPU pusatkoin baru yang ditujukan khusus untuk segmen server dan data center. Pernyataan tersebut disampaikan dalam ajang CISCO AI Summit dan dikutip oleh Reuters.

Artinya, GPU yang tengah dipersiapkan Intel bukanlah produk pusatkoin untuk gamer atau pasar konsumen umum, melainkan chip berperforma tinggi yang dirancang untuk kebutuhan komputasi skala besar, termasuk AI, cloud, dan komputasi enterprise.

Target Langsung: Pasar yang Dikuasai NVIDIA

Pasar GPU server saat ini nyaris identik dengan NVIDIA. Chip pusatkoin buatan perusahaan tersebut menjadi tulang punggung berbagai layanan AI, mulai dari pelatihan model besar hingga operasional data center global.

Intel menyadari tantangan ini, namun tetap melihat peluang. Dengan merilis GPU server sendiri, Intel berharap dapat mengambil sebagian pangsa pasar yang selama ini dikuasai kubu hijau.

Lip-Bu Tan bahkan menyebut bahwa kategori GPU server ini memang dipopulerkan oleh NVIDIA, tetapi bukan berarti tidak bisa dimasuki pemain lain.

Produksi Mandiri, Tidak Lagi Bergantung pada TSMC

Salah satu poin penting dari pernyataan CEO Intel pusatkoin adalah rencana produksi GPU secara mandiri. Sebelumnya, GPU Intel diketahui diproduksi oleh TSMC.

Namun ke depan, Intel mengklaim telah cukup percaya diri untuk memproduksi GPU di fasilitas manufakturnya sendiri. Langkah ini sejalan dengan strategi jangka panjang Intel untuk menghidupkan kembali kekuatan manufaktur internal sekaligus mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga.

Produksi mandiri juga memberi Intel kontrol lebih besar terhadap rantai pasok dan kapasitas output.

Rekrut Chief GPU Architect untuk Perkuat Tim

Untuk memperkuat ambisi tersebut, Intel baru saja merekrut pusatkoin Eric Demers sebagai chief GPU architect. Menurut Lip-Bu Tan, Demers merupakan sosok yang sangat kompeten di bidang arsitektur GPU.

Bahkan, sang CEO mengaku bahwa proses perekrutan membutuhkan “sedikit persuasi”, menandakan betapa pentingnya peran tersebut dalam rencana besar Intel.

Strategi Produksi Bertahap dan Berbasis Permintaan

Dalam tahap awal, Intel disebut akan meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap. Model bisnis yang digunakan adalah build-to-order, di mana produksi akan disesuaikan dengan pesanan dari pelanggan data center.

Pendekatan ini dinilai lebih realistis dibanding langsung memproduksi dalam jumlah besar tanpa kepastian permintaan, terutama di pasar yang sangat kompetitif.

Langkah Intel rilis GPU baru, menegaskan bahwa perusahaan belum menyerah dalam persaingan GPU, meski harus berhadapan langsung dengan NVIDIA. Fokus ke data center, produksi mandiri, dan perekrutan talenta kunci menunjukkan strategi yang lebih matang dibanding upaya sebelumnya di pasar konsumen.

Apakah langkah ini cukup untuk mengganggu dominasi NVIDIA masih menjadi tanda tanya. Namun satu hal jelas: Intel tidak berniat keluar dari arena GPU, dan justru siap bertarung di segmen paling krusial industri teknologi saat ini.

Kerja Sama NVIDIA OpenAI $100 Miliar Terancam Batal?

Kerja Sama NVIDIA–OpenAI $100 Miliar Terancam Batal, Ada Apa?

Hubungan strategis antara NVIDIA dan OpenAI yang selama ini dianggap sebagai kolaborasi raksasa di industri kecerdasan buatan kini disebut berada di titik krusial. Kerja sama NVIDIA OpenAI yang kabarnya bernilai hingga $100 miliar dikabarkan berpotensi tidak berlanjut.

Isu ini mencuat di tengah meningkatnya persaingan global di sektor AI, sekaligus munculnya tanda-tanda ketegangan di level manajemen puncak kedua perusahaan.

Indikasi Retaknya Hubungan NVIDIA dan OpenAI

Menurut laporan media internasional Pusatkoin, ada indikasi bahwa kubu NVIDIA mulai mempertanyakan arah dan keseriusan OpenAI. Jensen Huang, CEO NVIDIA, disebut menilai OpenAI tidak bergerak cukup agresif dalam mengembangkan ekosistem AI mereka.

Penilaian ini dikaitkan dengan kepemimpinan Sam Altman, yang dianggap terlalu nyaman dengan posisi dominan OpenAI saat ini. Padahal, tekanan dari kompetitor semakin nyata dan jarak antar pemain AI papan atas kian menyempit.

Persaingan AI Semakin Ketat

Kekhawatiran NVIDIA bukan tanpa alasan. Sejumlah pesaing OpenAI menunjukkan pusatkoin perkembangan yang sangat cepat. Google terus mendorong kemajuan Gemini, sementara Anthropic sukses menarik perhatian lewat model Claude versi terbaru.

Di sisi lain, OpenAI justru dinilai kurang menunjukkan terobosan signifikan. Alih-alih menghadirkan lompatan teknologi yang jelas, beberapa pembaruan pada ChatGPT malah dipersepsikan publik sebagai fokus pada monetisasi, seperti penambahan iklan dan fitur berbayar.

Dinilai Kurang Disiplin dan Kurang Fokus

Dalam laporan yang beredar, Jensen Huang bahkan disebut menilai OpenAI “kurang disiplin”, meski makna detail dari istilah tersebut tidak dijelaskan secara gamblang. Namun, banyak analis menafsirkan kritik itu sebagai ketidakpuasan terhadap strategi jangka panjang OpenAI yang dianggap belum cukup terarah secara teknis dan komersial.

Bagi NVIDIA, yang menjadi tulang punggung infrastruktur server AI global pusatkoin, stagnasi pada sisi pengembangan model bisa menjadi risiko besar terhadap investasi bernilai fantastis.

Wajar Jika NVIDIA Meninjau Ulang Investasi

Dengan kondisi tersebut, muncul anggapan bahwa NVIDIA bersikap realistis. Dalam dunia bisnis teknologi, meninjau ulang kerja sama bernilai puluhan miliar dolar dianggap langkah wajar, terlebih jika mitra dinilai mulai tertinggal dalam kompetisi.

Sebelum OpenAI mampu kembali mengambil momentum dan menunjukkan diferensiasi yang kuat, kubu NVIDIA disebut-sebut memilih bersikap lebih berhati-hati.

Jensen Huang Bantah Kerja Sama Batal

Meski rumor berkembang luas, Jensen Huang akhirnya memberikan klarifikasi pusatkoin. Dalam pernyataan terpisah yang dikutip media internasional, ia membantah kabar bahwa kerja sama NVIDIA dan OpenAI telah dibatalkan.

Namun demikian, belum ada kepastian apakah bantahan tersebut secara spesifik merujuk pada proyek kerja sama senilai $100 miliar atau bentuk kolaborasi lain di antara kedua perusahaan. Hingga kini, detail kelanjutan kerja sama tersebut masih menjadi tanda tanya.

Isu kerja sama NVIDIA OpenAI yang terancam batal mencerminkan betapa dinamis dan kerasnya persaingan di industri AI global pusatkoin. Meski belum ada keputusan final, sinyal ketegangan ini menjadi pengingat bahwa dominasi teknologi tidak pernah bersifat permanen.

Ke depan, kelanjutan kolaborasi kedua raksasa ini sangat bergantung pada kemampuan OpenAI untuk kembali menunjukkan inovasi nyata. Sekaligus menjaga kepercayaan mitra strategis seperti NVIDIA di tengah gempuran pesaing yang kian agresif.

Ngeri! Kabel RTX 4090 Berasap dan Meleleh Saat Live Streaming

Dunia PC kembali diguncang insiden serius terkait kartu grafis kelas atas. Kabel RTX 4090 berasap dan bahkan meleleh saat sebuah sesi live streaming berlangsung, membuat banyak pengguna merinding sekaligus waspada. Kejadian ini terekam kamera secara langsung dan dengan cepat menyebar luas di media sosial.

Insiden tersebut kembali memunculkan kekhawatiran soal keamanan konektor daya pada GPU flagship generasi pusatkoin terbaru.

Kronologi Kabel RTX 4090 Berasap Saat Live Streaming

Peristiwa ini dialami oleh seorang streamer bernama jessick saat sedang melakukan live streaming game Marvel Rivals. Dalam rekaman yang beredar, terlihat asap tebal keluar dari area konektor daya kartu grafis GeForce RTX 4090 miliknya.

Tak hanya asap, bagian plastik pelindung kabel tampak mulai meleleh, disertai percikan api kecil yang muncul di sekitar konektor. Situasi tersebut memaksa streamer menghentikan aktivitasnya demi mencegah risiko yang lebih besar.

Dugaan Penyebab: Konektor 16-Pin Tidak Terpasang Sempurna

Berdasarkan analisis awal komunitas hardware, kabel RTX 4090 berasap diduga kuat disebabkan oleh konektor daya 16-pin (12VHPWR) yang tidak terpasang sepenuhnya. Ketika konektor tidak terkunci sempurna, distribusi daya menjadi tidak merata.

Padahal, RTX 4090 diketahui memiliki kebutuhan daya tinggi, berada di kisaran 450W hingga 600W dalam beban tertentu. Kondisi pusatkoin ini dapat memicu panas ekstrem pada titik konektor, yang pada akhirnya menyebabkan plastik kabel meleleh dan berpotensi terbakar.

Risiko Serius Jika Tidak Ditangani Cepat

Insiden ini menjadi pengingat keras bagi pengguna PC enthusiast. Jika tanda-tanda seperti bau terbakar, asap, atau panas berlebih muncul, langkah paling aman adalah mematikan daya total secepat mungkin.

Membiarkan kabel RTX 4090 berasap dalam kondisi PC menyala berisiko memicu reaksi berantai. Kerusakan tidak hanya terbatas pada GPU, tetapi bisa merembet ke motherboard, power supply, bahkan memicu kebakaran yang membahayakan keselamatan pengguna.

Masalah Konektor 16-Pin Masih Jadi Perdebatan

Hingga kini, desain pusatkoin konektor daya 16-pin pada GPU high-end masih menjadi topik diskusi panas di kalangan pengguna dan ahli hardware. Meski dirancang untuk menyalurkan daya besar secara efisien, implementasinya menuntut pemasangan yang sangat presisi.

Para pakar terus mengingatkan agar pengguna:

  • Memastikan konektor terpasang rapat hingga terdengar bunyi “klik”

  • Menghindari tekukan kabel terlalu tajam di dekat pangkal konektor

  • Menggunakan kabel dan adaptor berkualitas tinggi

  • Melakukan pengecekan berkala setelah pemasangan GPU

Langkah-langkah sederhana ini dinilai mampu meminimalkan risiko kejadian serupa.

Pelajaran Penting bagi Pengguna PC High-End

Kasus kabel RTX 4090 berasap ini menunjukkan bahwa performa tinggi pusatkoin selalu datang dengan tuntutan kehati-hatian ekstra. GPU kelas flagship memang menawarkan kemampuan luar biasa untuk gaming dan produktivitas, tetapi pemasangan dan manajemen daya tidak boleh disepelekan.

Bagi pengguna yang sering menjalankan beban berat dalam waktu lama, seperti live streaming atau rendering, perhatian terhadap detail kecil seperti konektor daya bisa menjadi penentu keselamatan sistem.

Insiden kabel RTX 4090 yang berasap dan meleleh saat live streaming menjadi alarm serius bagi komunitas PC. Dugaan kuat mengarah pada pemasangan konektor 16-pin yang kurang sempurna, memicu panas ekstrem dan risiko kebakaran.

Kejadian ini menegaskan satu hal penting: pada hardware pusatkoin kelas atas, ketelitian pemasangan sama pentingnya dengan spesifikasi. Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko serupa dapat ditekan dan pengalaman menggunakan GPU flagship tetap aman.

Xiaomi Pad 8 Pro Siap Rilis Global, Bocoran Spesifikasi

Xiaomi Pad 8 Pro Siap Rilis Global, Ini Bocoran Spesifikasi Lengkapnya

Pasar tablet kelas atas global diprediksi akan semakin kompetitif dengan kehadiran pusatkoin Xiaomi Pad 8 Pro. Tablet terbaru dari Xiaomi ini dikabarkan siap meluncur secara global setelah sebelumnya lebih dulu diperkenalkan di pasar Tiongkok.

Kabar tersebut langsung menarik perhatian penggemar gadget, terutama karena spesifikasi yang beredar menunjukkan bahwa Pad 8 Pro akan bermain di segmen flagship dan berpotensi menantang tablet premium dari brand besar lainnya.

Bocoran Jadwal Peluncuran Global

Informasi pusatkoin mengenai peluncuran global Xiaomi Pad 8 Pro pertama kali mencuat melalui unggahan seorang leaker teknologi, Abhishek Yadav, di platform X. Dalam cuitannya, disebutkan bahwa Xiaomi tengah mempersiapkan jadwal rilis internasional untuk tablet tersebut.

Meski belum ada tanggal resmi yang diumumkan oleh Xiaomi, sinyal ini mengindikasikan bahwa peluncuran global hanya tinggal menunggu waktu.

Spesifikasi Xiaomi Pad 8 Pro yang Terungkap

Berdasarkan bocoran yang beredar, Xiaomi Pad 8 Pro akan hadir sebagai penerus tablet generasi sebelumnya dengan peningkatan signifikan di berbagai sektor. Berikut gambaran pusatkoin spesifikasi yang disebut-sebut akan dibawanya:

  • Chipset: Qualcomm Snapdragon 8 Elite (fabrikasi 3nm)

  • Layar: 11,2 inci IPS LCD, refresh rate 144Hz

  • Memori: RAM 8 GB hingga 16 GB, penyimpanan internal 128 GB sampai 512 GB

  • Konektivitas: Bluetooth 5.4 dan WiFi 7

  • Sistem Operasi: HyperOS 3

  • Baterai: 9.200 mAh dengan dukungan fast charging 67W

Kombinasi spesifikasi tersebut menempatkan Xiaomi Pad 8 Pro sebagai tablet yang tidak hanya cocok untuk konsumsi hiburan, tetapi juga produktivitas dan gaming kelas berat.

Performa Geekbench Perkuat Klaim Flagship

Bocoran spesifikasi ini semakin diperkuat dengan munculnya hasil uji performa Geekbench. Dari tangkapan layar yang beredar, mencatatkan skor single-core sekitar 2.940 dan multi-core di kisaran 8.759.

Angka menunjukkan lonjakan performa yang cukup signifikan dibandingkan tablet generasi sebelumnya, sekaligus menegaskan kemampuan Snapdragon 8 Elite sebagai otak utama.

Desain dan Pengalaman Pengguna

Meski detail desain belum sepenuhnya diungkap secara resmi, diprediksi tetap mengusung bahasa desain minimalis khas Xiaomi dengan bodi ramping dan layar luas. Refresh rate 144Hz diharapkan mampu memberikan pengalaman visual yang mulus, baik untuk scrolling, menonton, maupun bermain game.

Penggunaan HyperOS 3 juga menjadi daya tarik tersendiri, karena sistem operasi ini dirancang untuk integrasi ekosistem Xiaomi yang lebih optimal.

Harga Masih Misterius, Tapi Diprediksi Premium

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi terkait harga untuk pasar global. Namun, melihat spesifikasi kelas atas dan opsi RAM besar hingga 16 GB, banyak pihak memperkirakan tablet ini akan dibanderol lebih mahal dibanding pendahulunya.

Jika prediksi tersebut benar, kemungkinan akan menyasar pengguna profesional dan enthusiast yang menginginkan tablet dengan performa mendekati laptop.

Dengan spesifikasi flagship pusatkoin, performa tinggi, dan dukungan teknologi terbaru, berpotensi menjadi salah satu tablet paling menarik di pasar global tahun ini. Meski harga resminya belum diumumkan, kombinasi Snapdragon 8 Elite, layar 144Hz, dan baterai besar membuat tablet ini layak dinantikan.

Peluncuran global pusatkoin Xiaomi Pad 8 Pro dipastikan akan semakin memanaskan persaingan tablet premium, sekaligus memberi alternatif kuat bagi pengguna yang mencari perangkat serba bisa.

Mark Zuckerberg Sebut Smart Glasses Akan Dominasi Teknologi Konsumen

Mark Zuckerberg kembali melontarkan prediksi besar soal arah teknologi konsumen. CEO Meta itu menyebut kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) berpotensi menjadi perangkat utama di masa depan, bahkan menggantikan peran smartphone yang selama ini mendominasi kehidupan digital masyarakat.

Pernyataan tersebut muncul di tengah agresifnya Meta mengembangkan perangkat wearable, termasuk lini smart glasses yang terintegrasi dengan asisten AI, kamera, serta fitur komunikasi langsung.

Zuckerberg menilai perubahan cara manusia berinteraksi dengan teknologi akan mendorong lahirnya bentuk perangkat baru yang lebih alami, praktis, dan menyatu dengan aktivitas sehari-hari.

Prediksi Zuckerberg soal Masa Depan Gadget

Dalam berbagai kesempatan publik, Zuckerberg menyebut bahwa teknologi bergerak menuju perangkat yang tidak lagi mengharuskan pengguna terus-menerus menatap layar ponsel.

Ia memandang kacamata pintar sebagai kandidat terkuat karena dapat menampilkan informasi secara real-time di depan mata pengguna, sekaligus memanfaatkan AI untuk memahami konteks lingkungan sekitar.

Menurutnya, seperti halnya ponsel menggantikan banyak fungsi komputer desktop, smart glasses berpotensi menjadi evolusi berikutnya dalam dunia teknologi pribadi.

Peran Kecerdasan Buatan dalam Smart Glasses

Asisten Virtual yang Selalu Aktif

AI menjadi inti dari konsep kacamata pintar generasi baru. Perangkat ini dirancang mampu mendengarkan perintah suara, menerjemahkan bahasa secara langsung, hingga memberikan rekomendasi berdasarkan situasi pengguna.

Asisten virtual berbasis AI juga disebut akan membantu pengguna menjalani aktivitas tanpa harus mengeluarkan ponsel dari saku.

Pengenalan Lingkungan Sekitar

Kamera dan sensor pada kacamata memungkinkan AI mengenali objek, membaca teks, atau memberi informasi tambahan tentang lokasi tertentu.

Fitur semacam ini diyakini akan mengubah cara orang bernavigasi, berbelanja, hingga bekerja di lapangan.

Ambisi Meta di Pasar Wearable

Meta bukan pemain baru dalam teknologi imersif. Perusahaan tersebut telah lama berinvestasi di bidang realitas virtual (VR) dan augmented reality (AR) melalui lini perangkatnya.

Kacamata AI diposisikan sebagai jembatan menuju pengalaman komputasi masa depan, di mana dunia digital dan fisik semakin menyatu.

Zuckerberg menyebut pengembangan ini sebagai bagian dari visi jangka panjang Meta dalam membangun platform komputasi generasi berikutnya.

Tantangan Besar Menuju Pengganti Smartphone

Meski terdengar ambisius, jalan menuju adopsi massal kacamata pintar tidak mudah.

Beberapa tantangan utama meliputi:

• daya tahan baterai,

• desain yang nyaman untuk dipakai seharian,

• harga perangkat,

• serta kekhawatiran soal privasi karena keberadaan kamera.

Teknologi layar miniatur dan pemrosesan AI juga masih terus disempurnakan agar benar-benar siap untuk penggunaan luas.

Reaksi Industri dan Analis Teknologi

Sejumlah pengamat teknologi menilai prediksi Zuckerberg mencerminkan tren industri yang memang bergerak ke arah perangkat wearable cerdas.

Namun, mereka juga mengingatkan bahwa smartphone kemungkinan tidak akan hilang dalam waktu dekat, melainkan berbagi peran dengan perangkat baru.

Dalam fase transisi, kacamata AI mungkin lebih dulu berfungsi sebagai pelengkap sebelum benar-benar menjadi perangkat utama.

Menuju Era Baru Komputasi Pribadi

Ramalan Mark Zuckerberg soal kacamata AI sebagai “smartphone baru” menunjukkan keyakinannya bahwa cara manusia berinteraksi dengan teknologi akan terus berevolusi.

Jika prediksi tersebut menjadi kenyataan, dunia bisa memasuki era di mana layar ponsel tak lagi menjadi pusat perhatian, digantikan oleh perangkat yang lebih menyatu dengan pandangan dan keseharian manusia.

Perkembangan beberapa tahun ke depan akan menentukan apakah smart glasses benar-benar mampu merebut posisi smartphone, atau sekadar menjadi inovasi tambahan dalam ekosistem digital global.

nubia Pro-Level Gaming Era: Evolusi Smartphone Gaming 2026

nubia Pro-Level Gaming Era: Industri teknologi tanah air rayaplay kembali diguncang oleh gebrakan terbaru dari nubia. Melalui acara New Year Gathering yang digelar di Kuningan City pada 29 Januari 2026, brand di bawah naungan ZTE ini secara resmi mendeklarasikan komitmen mereka terhadap nubia Gaming Era. Visi ini bukan sekadar mengejar spesifikasi tinggi di atas kertas, melainkan membangun ekosistem gaming yang menyeluruh dan relevan bagi para atlet esports maupun pemain kasual.

Keterangan: nubia Neo 3 5G rayaplay menjadi salah satu pilar utama nubia dalam menguasai pasar gaming kelas menengah di Indonesia.

Lonjakan Penjualan Fantastis di Awal Tahun

Keberhasilan nubia dalam menggaet hati para gamer di Indonesia dibuktikan dengan angka statistik yang mencengangkan. Dalam pemaparannya, Maya Arneldy selaku PR & Brand Manager rayaplay Nubia Indonesia mengungkapkan bahwa seri nubia Neo 3 5G mencatatkan peningkatan penjualan hingga 312% dibandingkan generasi sebelumnya.

Tak hanya di kelas menengah, lini flagship rayaplay mereka juga menunjukkan taringnya. REDMAGIC 11 Pro yang baru saja meluncur pada Januari 2026 mencatatkan lonjakan penjualan sebesar 628% pada hari pertama pre-order. Angka ini menegaskan bahwa pendekatan “gaming-first” yang diusung nubia sangat diterima oleh pasar yang haus akan performa stabil dan desain tanpa kompromi.

Strategi Di Balik nubia Pro-Level Gaming Era

Zhuang Yongke, Country Manager ZTE Indonesia Mobile Devices, menekankan nubia Pro-Level Gaming Era adalah tentang stabilitas dan kenyamanan jangka panjang. Produk nubia dirancang dengan solusi pendinginan canggih dan desain bodi yang rata tanpa tonjolan kamera untuk menjaga fokus pemain.

“Kami membangun strategi di mana produk rayaplay, kemitraan, dan insight komunitas bersatu. Performa seharusnya terasa alami dan tetap andal dalam situasi permainan paling menantang,” ujar Zhuang Yongke. Tak hanya itu, nubia juga membocorkan bahwa mereka tengah menyiapkan perangkat misterius terbaru yang akan mendorong batas pengalaman mobile gaming ke level yang lebih ekstrem tahun ini.

Kolaborasi Strategis Memperkuat Ekosistem

Untuk mewujudkan visi nubia Pro-Level Gaming Era, kolaborasi rayaplay aktif dengan raksasa industri terus dilakukan. Beberapa kemitraan strategis yang dijalin antara lain:

  • Esports: Bekerja sama dengan Geek Fam untuk memperkuat posisi di skena kompetitif.

  • Game Developer: Kolaborasi dengan Garena guna optimalisasi perangkat pada judul game populer.

  • Provider Jaringan: Bermitra dengan Smartfren dan AXIS untuk menjamin konektivitas yang stabil saat bermain online.

Melalui sinergi ini, nubia memastikan bahwa setiap perangkatnya telah teruji dalam skenario nyata, menjadikannya standar baru bagi para gamer profesional di Indonesia.

Kesimpulan

Langkah nubia rayaplay di awal 2026 ini memberikan standar baru bagi industri smartphone gaming. Dengan perpaduan perangkat keras yang tangguh dan ekosistem pendukung yang kuat, nubia Pro-Level Gaming Era siap menjadi kiblat baru bagi para pencinta teknologi di tanah air.

Bagi Anda yang ingin memantau perkembangan teknologi terbaru lainnya, Anda dapat mengunjungi Sumber sebagai sumber referensi acara ini. Pengalaman bermain, pastikan juga untuk mengecek tips optimasi koin game agar performa permainan Anda semakin maksimal di perangkat nubia terbaru.

Galaxy S26 Hadirkan Fitur Privasi Layar Baru, Samsung Jawab Kekhawatiran Pengguna

Galaxy S26 Hadirkan Fitur Privasi Layar Baru, Samsung Jawab Kekhawatiran Pengguna

Samsung Angkat Isu Privasi sebagai Prioritas

Samsung kembali menegaskan komitmennya terhadap perlindungan data pengguna melalui lini flagship terbarunya, Galaxy S26. Dalam pengembangan generasi ini, perusahaan asal Korea Selatan tersebut dikabarkan menyematkan fitur privasi layar yang lebih canggih dibanding seri sebelumnya.

Isu keamanan visual—yakni risiko orang lain mengintip informasi sensitif dari layar ponsel—menjadi perhatian besar di era mobilitas tinggi. Aktivitas seperti membalas pesan, membuka aplikasi perbankan, hingga mengakses email kerja kerap dilakukan di ruang publik. Samsung melihat kebutuhan ini sebagai peluang untuk menghadirkan teknologi yang mampu menjaga kerahasiaan data secara langsung dari sisi tampilan.

Galaxy S26 disebut-sebut tidak hanya membawa peningkatan performa dan kamera, tetapi juga fokus pada pengalaman pengguna yang lebih aman.

Apa Itu Fitur Privasi Layar?

Fitur privasi layar pada dasarnya dirancang untuk membatasi sudut pandang orang lain ketika melihat layar smartphone dari samping. Pada Galaxy S26, teknologi ini dikabarkan mengalami penyempurnaan, baik dari sisi hardware panel layar maupun integrasi perangkat lunak.

Sudut Pandang Terbatas Secara Dinamis

Tidak seperti pelindung layar fisik yang harus dipasang secara manual, Galaxy S26 dikabarkan mampu mengatur tingkat visibilitas layar secara digital. Saat fitur diaktifkan, konten di layar hanya dapat terlihat jelas dari posisi tepat di depan pengguna, sementara dari sisi samping tampak buram atau gelap.

Teknologi ini disebut bekerja secara adaptif, menyesuaikan kondisi cahaya sekitar dan posisi pengguna, sehingga tetap nyaman dipakai tanpa mengorbankan keterbacaan.

Integrasi dengan Sensor dan AI

Samsung juga dikabarkan memanfaatkan sensor serta kecerdasan buatan untuk mengoptimalkan fitur ini. Sistem dapat mendeteksi keberadaan wajah lain di sekitar pengguna, lalu secara otomatis mengaktifkan mode privasi ketika dianggap perlu.

Pendekatan berbasis AI tersebut diharapkan membuat perlindungan layar terasa lebih natural, tanpa harus sering diatur secara manual melalui menu pengaturan.

Perlindungan Tambahan untuk Aktivitas Sensitif

Fitur privasi layar Galaxy S26 disebut tidak berdiri sendiri. Samsung diperkirakan akan mengombinasikannya dengan sistem keamanan lain, seperti pengenalan wajah, sidik jari ultrasonik, serta pengamanan berbasis aplikasi.

Dalam skenario tertentu—misalnya saat membuka aplikasi perbankan digital atau dompet elektronik—mode privasi layar bisa otomatis aktif. Dengan begitu, risiko kebocoran informasi akibat “shoulder surfing” atau orang mengintip dari belakang dapat diminimalkan.

Pendekatan ini sejalan dengan tren industri smartphone yang semakin menitikberatkan perlindungan data pengguna secara menyeluruh, tidak hanya pada level perangkat lunak, tetapi juga pada tampilan fisik perangkat.

Dampaknya bagi Pengalaman Pengguna

Kehadiran teknologi privasi layar di Galaxy S26 berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan ponsel di tempat umum. Aktivitas di transportasi publik, kafe, atau ruang kerja bersama bisa dilakukan dengan rasa lebih aman.

Namun, tantangan utama dari fitur semacam ini terletak pada keseimbangan antara keamanan dan kenyamanan. Jika sudut pandang terlalu dibatasi, pengalaman menonton video atau berbagi layar dengan orang lain bisa terganggu. Karena itu, Samsung diperkirakan akan menyediakan opsi pengaturan fleksibel agar pengguna bisa menyesuaikan tingkat perlindungan sesuai kebutuhan.

Pengguna juga kemungkinan dapat mengaktifkan atau menonaktifkan fitur ini dengan cepat melalui panel notifikasi, sehingga tidak menghambat aktivitas sehari-hari.

Strategi Samsung di Persaingan Smartphone Premium

Langkah Samsung memperkuat privasi layar pada Galaxy S26 dapat dilihat sebagai strategi diferensiasi di pasar flagship yang semakin kompetitif. Di tengah persaingan fitur kamera dan performa prosesor, inovasi pada aspek keamanan visual bisa menjadi nilai tambah yang menarik bagi kalangan profesional maupun pengguna yang peduli privasi.

Dengan meningkatnya kesadaran publik terhadap perlindungan data pribadi, fitur semacam ini berpotensi menjadi standar baru di smartphone kelas atas. Jika berhasil diimplementasikan secara optimal, Galaxy S26 bisa memposisikan diri sebagai perangkat yang tidak hanya canggih, tetapi juga aman digunakan di berbagai situasi.

Penutup

Galaxy S26 dikabarkan membawa fitur privasi layar generasi terbaru yang memadukan teknologi panel canggih, sensor, dan kecerdasan buatan. Fokus Samsung terhadap keamanan visual ini menunjukkan upaya perusahaan untuk menjawab kebutuhan pengguna modern yang semakin mobile dan sadar privasi.

Meski detail resminya masih menunggu pengumuman lebih lanjut, kehadiran inovasi ini sudah cukup memancing perhatian publik dan penggemar teknologi. Galaxy S26 pun digadang-gadang bukan sekadar pembaruan tahunan, melainkan langkah lanjutan Samsung dalam membangun ekosistem smartphone yang lebih aman dan personal.

Exit mobile version