Memori Windows 11 berpotensi mendapatkan sistem pengaturan baru yang memberi pengguna kontrol lebih besar terhadap pembagian unified memory. Fitur tersebut diperkirakan berguna untuk PC yang digunakan menjalankan game berat sekaligus aplikasi kecerdasan buatan.
Indikasi tersebut ditemukan pada Windows 11 build 29648.1000. Build eksperimental itu dirilis Microsoft pada 17 Agustus 2026 untuk jalur Experimental Future Platforms.
Di dalamnya ditemukan fitur tersembunyi bernama IntelligentCarveout. Fitur ini berkaitan dengan pengalokasian memori khusus untuk grafis dan akselerasi AI.
Jika benar-benar dirilis, pengguna nantinya tidak harus sepenuhnya bergantung pada pengelolaan memori otomatis Windows.
Mereka berpotensi menentukan berapa banyak unified memory yang disediakan untuk beban kerja grafis dan AI.
Memori Windows 11 Punya Fitur IntelligentCarveout
Windows Latest menemukan sejumlah referensi menarik di build 29648.1000.
Salah satunya adalah fitur tersembunyi dengan nama internal IntelligentCarveout dan ID 61121285.
Selain itu, ditemukan file bernama SettingsHandlers_UnifiedMemory.dll.
Beberapa teks antarmuka yang tersimpan di Windows juga merujuk pada pengaturan memori untuk akselerator, grafis, serta AI.
Informasi tersebut mengindikasikan Microsoft sedang menguji sistem yang dapat mencadangkan sebagian unified memory untuk pekerjaan tertentu.
Konsepnya berbeda dengan shared GPU memory yang selama ini dapat dilihat melalui Task Manager.
Pada sistem konvensional, Windows dapat memberikan sebagian system RAM kepada GPU ketika diperlukan.
Namun, jumlah tersebut bukan selalu memori yang dicadangkan secara permanen.
IntelligentCarveout tampaknya mengambil pendekatan berbeda karena sebagian memori dapat benar-benar disisihkan untuk grafis dan AI.
Apa Itu Unified Memory?
Unified memory merupakan sistem ketika CPU, GPU, dan akselerator lain menggunakan kumpulan memori yang sama.
Konsep tersebut berbeda dengan PC gaming konvensional.
Pada banyak komputer, CPU menggunakan RAM utama. Sementara kartu grafis diskret memiliki VRAM sendiri.
Sebagai contoh, sebuah PC dapat memiliki RAM 32 GB sekaligus kartu grafis dengan VRAM 12 GB.
Keduanya berada dalam kumpulan memori yang berbeda.
Pada arsitektur unified memory, pembagian tersebut menjadi lebih fleksibel karena CPU dan GPU dapat mengakses kumpulan memori yang sama.
Pendekatan ini sangat menarik untuk menjalankan AI lokal.
Model AI berukuran besar sering membutuhkan kapasitas memori yang jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan aplikasi biasa.
Mengapa Memori Windows 11 Perlu Diatur?
Pengaturan memori Windows 11 menjadi semakin penting karena satu komputer kini dapat memiliki banyak jenis pekerjaan berat.
Pengguna mungkin menjalankan game AAA, browser, aplikasi editing, Discord, streaming, hingga model AI lokal secara bersamaan.
Semua aplikasi tersebut membutuhkan memori.
Ketika kapasitas yang tersedia semakin sedikit, sistem harus lebih agresif mengatur sumber daya.
Efeknya dapat berupa perpindahan data yang lebih sering, penggunaan page file, atau aplikasi kehilangan ruang memori yang dibutuhkan.
Dalam kondisi tertentu, pengguna dapat mengalami penurunan performa.
Game bisa mengalami frame-time yang kurang stabil. Aplikasi kreatif juga dapat menjadi lebih lambat ketika proyek membutuhkan memori besar.
Sementara model AI lokal dapat gagal dimuat jika ruang memori yang tersedia tidak mencukupi.
Dengan sistem reservasi, Windows berpotensi memberikan ruang yang lebih konsisten untuk pekerjaan tertentu.
Bisa Pilih Gaming atau AI?
Informasi yang ditemukan sejauh ini belum memperlihatkan bentuk final pengaturannya.
Karena itu, belum dapat dipastikan apakah Microsoft akan menyediakan slider, pilihan kapasitas, atau beberapa profil penggunaan.
Windows Latest memperkirakan pengaturan tersebut berpotensi ditempatkan pada:
Settings > System > Advanced
Namun, desain final masih dapat berubah karena fitur belum diumumkan kepada publik.
Konsepnya sederhana.
Pengguna yang lebih banyak bermain game dapat memberi ruang memori lebih besar untuk kebutuhan grafis.
Sebaliknya, pengguna yang menjalankan large language model atau aplikasi AI lokal dapat menyediakan memori lebih besar untuk akselerator.
Pengguna yang hanya memakai komputer untuk pekerjaan ringan juga dapat memilih mempertahankan lebih banyak RAM bagi aplikasi Windows biasa.
Fleksibilitas inilah yang membuat fitur tersebut cukup menarik.
Reserved Memory Berbeda dengan Shared GPU Memory
Windows sebenarnya sudah lama memiliki konsep Shared GPU Memory.
Informasi tersebut dapat ditemukan melalui Task Manager.
Shared GPU Memory memungkinkan GPU menggunakan bagian dari RAM utama ketika dibutuhkan.
Namun, mekanismenya bersifat dinamis.
Windows dapat mengatur penggunaan tersebut berdasarkan kebutuhan sistem, driver, BIOS, dan perangkat keras yang digunakan.
Fitur baru yang sedang diuji tampaknya bekerja melalui konsep reserved memory.
Artinya, sebagian unified memory dapat dicadangkan untuk akselerator.
Konsekuensinya, ruang tersebut tidak lagi tersedia untuk aplikasi umum selama berada dalam status reserved.
Inilah alasan pengguna perlu berhati-hati ketika menentukan jumlahnya.
Menyediakan terlalu banyak memori untuk grafis dan AI berpotensi membuat aplikasi Windows biasa kekurangan RAM.
Sebaliknya, memberikan terlalu sedikit ruang dapat membatasi pekerjaan AI atau grafis berat.
RTX Spark Jadi Salah Satu Alasan Fitur Ini Menarik
Kemunculan IntelligentCarveout terasa semakin relevan setelah NVIDIA memperkenalkan RTX Spark.
Platform tersebut menggunakan NVIDIA Blackwell RTX GPU yang dipadukan dengan CPU Grace 20-core.
Salah satu kemampuan terpentingnya adalah unified memory hingga 128 GB.
NVIDIA menyebut RTX Spark dirancang untuk AI, pekerjaan kreatif, dan gaming dalam satu platform Windows.
Kapasitas unified memory sebesar itu membuka penggunaan yang sulit dilakukan pada GPU laptop konvensional.
NVIDIA mengatakan RTX Spark dapat menjalankan model hingga 120 miliar parameter pada skenario yang didukung.
Platform tersebut juga diarahkan untuk pekerjaan video, rendering 3D, generative AI, dan game AAA.
Karena seluruh kebutuhan tersebut berbagi memori, kontrol terhadap alokasinya menjadi jauh lebih berguna.
RTX Spark Punya Unified Memory hingga 128 GB
NVIDIA secara resmi mengonfirmasi RTX Spark dapat memiliki unified memory hingga 128 GB.
Platform ini juga menawarkan hingga 1 petaflop performa AI FP4.
Pada sisi grafis, chip tersebut membawa arsitektur Blackwell RTX dengan hingga 6.144 CUDA core.
CPU Grace 20-core terhubung dengan GPU melalui NVLink-C2C.
NVIDIA dan Microsoft bekerja sama untuk membuat platform tersebut berjalan di Windows, termasuk dukungan untuk aplikasi Windows berbasis Arm dan workload AI lokal.
Kemampuan tersebut menjelaskan mengapa manajemen memori Windows 11 semakin penting.
Ketika sistem mempunyai 64 GB atau 128 GB unified memory, menentukan bagaimana kapasitas tersebut digunakan dapat memberikan dampak lebih besar dibandingkan pada PC biasa.
Gaming dan AI Mulai Berbagi Perangkat yang Sama
Beberapa tahun lalu, komputer gaming dan workstation AI sering dianggap sebagai perangkat dengan kebutuhan berbeda.
Situasinya kini mulai berubah.
GPU gaming modern memiliki Tensor Core atau akselerator AI yang dapat digunakan untuk banyak tugas.
Teknologi seperti upscaling, frame generation, noise reduction, generative AI, hingga model bahasa lokal juga semakin bergantung pada akselerasi GPU.
Satu laptop akhirnya dapat menjalankan game pada malam hari dan menjadi workstation AI pada siang hari.
Namun, dua kebutuhan tersebut memiliki karakter penggunaan memori yang berbeda.
Game membutuhkan akses cepat terhadap aset grafis seperti tekstur.
Model AI membutuhkan ruang besar untuk menyimpan parameter, cache, dan konteks.
Sistem unified memory memberikan fleksibilitas, tetapi Windows juga membutuhkan mekanisme agar pembagiannya tidak menjadi hambatan performa.
Tidak Hanya untuk RTX Spark
IntelligentCarveout kemungkinan tidak dibuat khusus untuk RTX Spark.
Windows Latest mencatat fitur tersebut muncul di cabang Experimental Future Platforms.
Platform unified memory lain juga berpotensi mendapatkan manfaat yang sama.
Contohnya adalah prosesor yang menggunakan CPU dan GPU terintegrasi dengan kumpulan RAM bersama.
Namun, kompatibilitas final belum diketahui.
Microsoft juga belum menjelaskan kebutuhan hardware minimum.
Belum diketahui apakah fitur tersebut nantinya hanya tersedia di perangkat tertentu, Copilot+ PC, atau lebih banyak komputer Windows dengan arsitektur memori yang sesuai.
Karena itu, pengguna tidak sebaiknya menganggap semua PC Windows 11 otomatis akan mendapatkannya.
Fitur Belum Diumumkan Resmi Microsoft
Ini menjadi bagian paling penting dari kabar tersebut.
Microsoft memang mengonfirmasi keberadaan Windows 11 build 29648.1000 melalui Windows Insider Blog.
Build itu resmi tersedia untuk Experimental Future Platforms pada 17 Agustus 2026.
Namun, catatan rilis Microsoft tidak menyebut IntelligentCarveout.
Fitur utama yang diumumkan pada build tersebut justru mencakup perubahan context menu File Explorer dan dukungan Emoji 17.0.
Artinya, sistem pengaturan unified memory masih merupakan fitur tersembunyi yang sedang diuji.
Microsoft dapat mengubah tampilannya, mengganti cara kerja, membatasi perangkat yang mendukungnya, atau bahkan membatalkan fitur sebelum masuk Windows versi publik.
Sebaiknya Jangan Dipaksa Aktif di PC Utama
Beberapa fitur tersembunyi Windows Insider dapat diaktifkan secara manual menggunakan alat pihak ketiga.
Namun, hal tersebut bukan berarti fitur sudah siap digunakan sehari-hari.
Build Experimental sendiri ditujukan untuk pengujian teknologi yang masih berkembang.
Fitur tersembunyi dapat mengalami bug, tidak bekerja sesuai harapan, atau berubah pada build berikutnya.
Untuk komputer utama yang digunakan bekerja atau bermain game, menunggu implementasi resmi merupakan pilihan yang lebih aman.
Pengguna juga belum memiliki dokumentasi Microsoft mengenai jumlah memori ideal untuk dicadangkan.
Memori Windows 11 Bisa Jadi Lebih Fleksibel
Kemunculan IntelligentCarveout memberikan gambaran mengenai bagaimana Microsoft mempersiapkan Windows menghadapi generasi PC berikutnya.
Komputer tidak lagi hanya menjalankan aplikasi konvensional.
Gaming, pekerjaan kreatif dan AI lokal kini dapat berjalan pada perangkat yang sama.
Hal itu menimbulkan kebutuhan baru dalam pengelolaan sumber daya.
Jika fitur tersebut akhirnya dirilis, pengguna bisa memperoleh kontrol lebih besar terhadap memori Windows 11 dan menentukan prioritas penggunaan perangkat mereka.
PC yang lebih banyak digunakan untuk AI dapat menyediakan ruang tambahan untuk model lokal.
Sementara pengguna gaming dapat memprioritaskan kebutuhan grafis tanpa harus membiarkan sistem mengambil seluruh keputusan secara otomatis.
Namun, IntelligentCarveout masih berada pada tahap eksperimen.
Microsoft belum memberikan nama resmi, jadwal peluncuran, daftar perangkat kompatibel, maupun kepastian bahwa fitur tersebut akan masuk Windows 11 versi publik.
Untuk saat ini, temuan pada build 29648.1000 lebih tepat dilihat sebagai indikasi kuat bahwa Microsoft sedang mengembangkan sistem pengaturan unified memory yang lebih fleksibel untuk era gaming dan AI.
Baca Juga : Last of Us Online Telan Dana Ratusan Juta Dolar?
