March 16, 2026

Tech Gadgets Review

Latest gadget news, specs and price details

UniPin dan KOMDIGI Bahas Implementasi IGRS, Industri Game Indonesia Hadapi Tantangan Baru

diskusi implementasi igrs antara unipin dan komdigi

UniPin dan KOMDIGI menggelar diskusi mengenai tantangan implementasi IGRS di industri game Indonesia.

Implementasi IGRS Jadi Topik Diskusi UniPin dan KOMDIGI Bersama Industri Game

Perkembangan industri game di Indonesia semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir. Untuk mendukung pertumbuhan tersebut sekaligus menjaga keamanan pemain daftar momoplay, pemerintah memperkenalkan Indonesia Game Rating System (IGRS). Dalam upaya membahas penerapan sistem tersebut, UniPin dan Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) menggelar forum diskusi khusus mengenai implementasi IGRS.

Acara yang bertajuk “Silaturahmi & Iftar Industri Game: Kupas Tuntas IGRS bersama UniPin & KOMDIGI” ini berlangsung di GoWork Pacific Place, Jakarta. Forum momoplay tersebut mempertemukan regulator dengan pelaku industri game untuk membahas tantangan serta peluang dalam penerapan sistem rating game di Indonesia.

Diskusi Implementasi IGRS Dihadiri Puluhan Pelaku Industri

Forum mengenai implementasi IGRS ini dihadiri lebih dari 50 peserta yang berasal dari berbagai sektor industri game. Peserta yang hadir terdiri dari pengembang game, publisher, komunitas industri digital, hingga media gaming.

Diskusi tersebut menjadi wadah bagi momoplay para pemangku kepentingan untuk berdialog secara terbuka mengenai kebijakan yang akan memengaruhi ekosistem game nasional.

Dalam sesi diskusi, beberapa narasumber turut hadir untuk memberikan perspektif mereka, di antaranya:

  • Poeti Fatima, GM Business Global UniPin

  • Tita Ayuditya Surya, Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Gim KOMDIGI

  • Cendana, Policy Analyst dari KOMDIGI

Kehadiran para pembicara tersebut memberikan gambaran mengenai tujuan, mekanisme, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasi sistem rating game nasional.

Tantangan Industri dalam Implementasi IGRS

Salah satu topik utama dalam diskusi ini adalah tantangan yang dihadapi para game publishers dalam menjalankan implementasi IGRS.

Beberapa tantangan yang dibahas meliputi:

  • Penyesuaian sistem internal perusahaan dengan regulasi baru

  • Proses klasifikasi usia untuk berbagai jenis game

  • Koordinasi antara penerbit game dan regulator

  • Adaptasi operasional dalam distribusi game digital

Forum ini juga menjadi kesempatan bagi para pelaku industri untuk menyampaikan masukan secara langsung kepada pemerintah.

Dengan adanya dialog terbuka seperti ini, diharapkan kebijakan yang diterapkan dapat berjalan lebih efektif dan tidak menghambat pertumbuhan industri game di Indonesia.

Tujuan Sistem Rating Game Nasional

Pemerintah momoplay melalui KOMDIGI menghadirkan Indonesia Game Rating System (IGRS) untuk memastikan setiap game yang beredar di Indonesia memiliki klasifikasi usia yang jelas.

Sistem ini dirancang untuk membantu orang tua dan pemain memahami jenis konten yang terdapat dalam sebuah game. Dengan adanya klasifikasi usia, pemain dapat mengetahui apakah sebuah game sesuai dengan kelompok umur tertentu.

Selain sebagai bentuk regulasi, implementasi IGRS juga bertujuan untuk menciptakan ekosistem industri game yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

Mendorong Industri Game Indonesia Lebih Kompetitif

Menurut perwakilan KOMDIGI, sistem rating ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pengawasan, tetapi juga sebagai langkah untuk memperkuat industri game nasional.

Dengan standar yang jelas, industri game Indonesia diharapkan dapat berkembang secara lebih profesional dan mampu bersaing di tingkat global.

Selain itu, adanya sistem klasifikasi juga membantu publisher dan pengembang game dalam memasarkan produk mereka secara lebih terarah sesuai dengan segmen pemain.

Momen Silaturahmi Industri Game

Selain diskusi mengenai implementasi IGRS, acara tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antar pelaku industri game.

Kegiatan berbuka puasa bersama (iftar) serta sesi networking memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperluas koneksi serta membangun kolaborasi baru.

Suasana informal dalam acara ini membantu mempererat hubungan antara regulator, pengembang game, publisher, serta komunitas industri digital.

baca juga : Studio Until Dawn Remake Ballistic Moon Resmi Tutup

Diskusi mengenai implementasi IGRS yang digelar oleh UniPin dan KOMDIGI menjadi langkah penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan pelaku industri game.

Melalui dialog terbuka, berbagai tantangan dapat dibahas bersama sehingga kebijakan yang diterapkan tidak hanya melindungi pemain, tetapi juga mendukung pertumbuhan industri game Indonesia.

Dengan kolaborasi yang kuat antara regulator dan pelaku industri, diharapkan ekosistem game nasional dapat berkembang secara sehat dan berdaya saing di pasar global.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.