God of War: Sons of Sparta Dikritik Kreator Asli
Game God of War Sons of Sparta mendapat kritik dari kreator aslinya, David Jaffe
God of War: Sons of Sparta Dikritik Kreator Asli, David Jaffe Angkat Bicara
Game God of War Sons of Sparta menjadi salah satu kejutan terbesar dalam ajang State of Play edisi Februari 2026. Trailer rayaplay perdananya langsung memancing perhatian, apalagi setelah Sony mengumumkan bahwa game tersebut eksklusif untuk PS5 dan bisa langsung dimainkan sesaat setelah pengumuman.
Secara umum, respons awal pemain cenderung positif. Namun di tengah sambutan tersebut, kritik tajam justru datang dari David Jaffe, kreator seri God of War pertama dan kedua.
Kritik Langsung dari Kreator Asli
Melalui video berdurasi sekitar sembilan menit di kanal YouTube rayaplay pribadinya, Jaffe mengulas secara terbuka pandangannya terhadap game terbaru tersebut. Ia mempertanyakan keputusan Sony untuk merilis proyek ini, terutama dari sisi konsep dan arah kreatif.
Menariknya, Jaffe mengaku sebenarnya menyukai konsep 2.5D yang diusung game ini. Namun menurutnya, implementasi yang dihadirkan tidak sesuai dengan ekspektasinya terhadap franchise sebesar God of War.
Ia bahkan menyebut bahwa meskipun game ini tidak buruk, ia tidak merekomendasikannya meski dibanderol seharga 30 dolar.
Sorotan pada Cerita dan Karakter
Salah satu poin utama kritik Jaffe tertuju pada cerita God of War Sons of Sparta. Game rayaplay ini menampilkan Kratos muda bersama saudaranya, Deimos, dalam fase latihan sebagai prajurit Sparta.
Alih-alih melanjutkan perkembangan karakter Kratos ke masa depan, game ini memilih jalur prekuel. Keputusan tersebut dinilai kurang relevan dan tidak memberi nilai tambah signifikan terhadap narasi besar seri God of War.
Jaffe juga menilai karakter Kratos dalam game ini terasa lebih generik dan kurang memiliki kedalaman emosional yang menjadi ciri khas seri sebelumnya.
Tempo Cerita Dinilai Kurang Solid
Selain arah cerita, tempo penyajian juga menjadi sorotan. Menurut Jaffe, adegan aksi rayaplay yang seharusnya menjadi kekuatan utama game ini justru sering terpotong oleh percakapan panjang.
Bagi pemain yang mengharapkan pengalaman aksi intens khas God of War, ritme tersebut dianggap kurang memuaskan.
Perbandingan dengan Game Sejenis
Dalam videonya, Jaffe membandingkan Sons of Sparta dengan beberapa game 2.5D lain yang menurutnya lebih kuat dari sisi gameplay. Ia menyebut beberapa judul yang memiliki aksi lebih cepat dan identitas yang lebih jelas.
Meskipun tren game 2.5D sedang kembali naik daun, menurutnya God of War Sons of Sparta belum berhasil memanfaatkan momentum tersebut secara maksimal.
Identitas Franchise Dipertanyakan
Sebagai kreator awal seri rayaplay ini, Jaffe merasa game tersebut kurang mencerminkan identitas besar God of War. Ia menilai game tersebut seperti proyek yang berdiri sendiri, bukan bagian kuat dari warisan franchise legendaris tersebut.
Bagi sebagian penggemar, komentar ini memicu diskusi panjang mengenai arah baru seri God of War di era modern.
Respons Komunitas Gamer
Meski mendapat kritik dari kreator aslinya, sebagian pemain tetap menikmati game ini dan memberikan ulasan positif. Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa persepsi terhadap sebuah game sangat bergantung pada ekspektasi dan sudut pandang masing-masing.
Sony sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang disampaikan Jaffe.
God of War Sons of Sparta hadir sebagai eksperimen baru dalam format 2.5D untuk franchise ikonik ini. Meski mendapat sambutan awal yang cukup baik, kritik dari David Jaffe menambah dinamika dalam perbincangan seputar kualitas dan arah kreatifnya.
Apakah kritik tersebut akan memengaruhi persepsi publik dalam jangka panjang? Waktu yang akan menjawabnya.
