March 21, 2026

Tech Gadgets Review

Latest gadget news, specs and price details

FBI Selidiki 7 Game Steam Berbahaya yang Diduga Sebar Malware

Ilustrasi FBI menyelidiki tujuh game Steam yang diduga mengandung malware

FBI membuka penyelidikan terhadap tujuh game Steam yang diduga terkait penyebaran malware ke para pemain.

FBI Selidiki 7 Game Steam Berbahaya yang Diduga Sebar Malware

Steam selama ini dikenal sebagai salah satu platform game PC paling populer, tetapi kasus terbaru menunjukkan bahwa reputasi besar tidak selalu menutup celah keamanan. Pada Maret 2026, Divisi Seattle FBI resmi mencari korban yang diduga terpapar malware dari sejumlah game di Steam. Penyelidikan ini difokuskan pada rentang waktu Mei 2024 hingga Januari 2026, dan langsung menarik perhatian karena menyangkut game yang sempat tampil seperti judul biasa di toko digital tersebut.

FBI Buka Penyelidikan atas Game Steam yang Mencurigakan

FBI menyebut ada tujuh judul yang masuk dalam penyelidikan, yaitu BlockBlasters, Chemia, Dashverse/DashFPS, Lampy, Lunara, PirateFi, dan Tokenova. Dalam laporan momoplay TechCrunch yang merujuk pengumuman resmi FBI. Game-game ini diduga terkait dengan pelaku yang sama atau setidaknya bagian dari pola serangan yang saling berhubungan. Karena itu, kasus ini bukan dilihat sebagai insiden tunggal, melainkan rangkaian distribusi malware yang memanfaatkan ekosistem game untuk menjangkau korban.

Daftar 7 game yang masuk radar FBI

Yang membuat kasus ini menonjol adalah nama-nama game momoplay tersebut muncul di platform yang selama ini dipakai jutaan gamer untuk membeli dan memainkan game sehari-hari. FBI tidak hanya meminta korban yang sudah merasa dirugikan untuk melapor. Tetapi juga membuka kemungkinan laporan dari orang yang sekadar pernah mengunduh atau memainkan game-game tersebut. Ini menunjukkan penyidik masih berusaha memetakan skala korban dan pola distribusi serangannya.

Korban diminta mengirim data dan bukti pendukung

Formulir resmi FBI meminta informasi yang cukup rinci. Mulai dari email akun Steam, Steam User ID, nama game momoplay yang diunduh, tanggal unduh, sampai apakah korban sempat memainkan game tersebut. FBI juga menanyakan apakah sebelum atau sesudah mengunduh game korban pernah dihubungi pihak tertentu lewat Discord, Telegram, Snapchat, telepon, atau platform lain, termasuk apakah ada tangkapan layar komunikasi yang masih disimpan. Di bagian kerugian, FBI menanyakan kemungkinan uang yang hilang. Jenis transaksi seperti kripto atau bank, akun yang mungkin diretas, hingga estimasi jumlah kerugian.

Kenapa Kasus Ini Bikin Gamer Resah

Kasus ini membuat banyak pemain waspada karena game yang dipersoalkan tidak selalu terlihat mencurigakan dari awal. TechCrunch mencatat bahwa beberapa game sempat berfungsi normal, meski sederhana, sehingga bertindak seperti “kuda troya” yang memancing pemain untuk menginstal malware tanpa sadar. Artinya, ancaman tidak selalu datang dari file bajakan atau tautan acak di internet, tetapi juga bisa menyelinap lewat game yang terlihat sah di platform resmi.

Game tampak normal, tapi diduga menyimpan ancaman

Latar belakang inilah yang membuat penyelidikan FBI terasa penting. Pemain biasanya merasa lebih aman ketika mengunduh game dari toko resmi, apalagi jika game itu punya halaman toko, ulasan, dan tampilan promosi seperti game pada umumnya. Namun kasus-kasus ini memperlihatkan bahwa kepercayaan terhadap etalase digital bisa dimanfaatkan oleh pelaku untuk menyamarkan malware sebagai produk hiburan biasa.

PirateFi dan BlockBlasters jadi contoh yang paling disorot

Salah satu kasus yang paling sering disebut adalah PirateFi. Pada Februari 2025, Valve menghapus game tersebut dari Steam setelah ditemukan mengandung malware. Dalam pemberitahuan kepada pengguna, Valve menyarankan pemain melakukan pemindaian penuh sistem dan bahkan mempertimbangkan reset total sistem operasi agar tidak ada sisa perangkat lunak berbahaya yang tertinggal. Kaspersky juga menulis bahwa kasus PirateFi memperlihatkan bagaimana malware dapat menyasar cookie browser dan membuka jalan ke pembajakan akun.

BlockBlasters juga menjadi sorotan besar. The Verge melaporkan bahwa game ini sempat tampil sebagai platformer gratis biasa sebelum kemudian disusupi komponen pencuri kripto lewat pembaruan. Media itu menyebut kerugian korban menembus lebih dari 150 ribu dolar AS, termasuk sekitar 32 ribu dolar AS milik streamer Raivo Plavnieks yang saat itu sedang menggalang dana untuk pengobatan kanker. Kasus ini membuat penyelidikan FBI terasa jauh lebih serius karena dampaknya bukan sekadar gangguan teknis, tetapi juga kerugian finansial nyata.

Apa Dampaknya bagi Pengguna Steam

Bagi pengguna Steam, penyelidikan ini menjadi pengingat bahwa risiko keamanan di dunia game kini semakin kompleks. FBI menegaskan bahwa identitas korban akan dijaga kerahasiaannya, dan orang yang terdampak bisa saja berhak atas layanan korban, restitusi, serta hak-hak tertentu berdasarkan hukum federal atau negara bagian di Amerika Serikat. Dengan kata lain, proses pelaporan bukan hanya untuk membantu penyidik, tetapi juga berpotensi membuka akses bantuan bagi pihak yang dirugikan.

Korban berpeluang mendapat layanan dan restitusi

Dari sisi hukum, FBI memang diwajibkan mengidentifikasi korban dalam perkara federal yang mereka tangani. Karena itu, formulir yang dibuka ke publik bukan formalitas biasa. Agen federal ingin mengetahui siapa yang mengunduh game tersebut, kapan insiden terjadi, bagaimana pola komunikasinya, dan aset apa yang terdampak. Semakin detail data yang masuk, semakin besar peluang penyidik menghubungkan serangan ini dengan pelaku dan pola peredaran malware yang dipakai.

Gamer diminta lebih hati-hati saat mengunduh game baru

FBI juga memberi beberapa pengingat yang relevan untuk gamer momoplay. Mereka menyarankan pengguna tidak sembarangan memberikan data pribadi atau keuangan kepada orang tak dikenal. Berhati-hati terhadap saran investasi dari kenalan online. Serta tidak membayar “biaya tambahan” atau jasa pemulihan dana yang mengklaim bisa mengembalikan uang yang hilang. Dalam konteks game, pesan ini penting karena beberapa korban diduga lebih dulu dihubungi atau diarahkan lewat platform komunikasi seperti Discord dan Telegram sebelum atau sesudah mengunduh game.

baca juga : UniPin dan KOMDIGI Bahas Implementasi IGRS, Industri Game Indonesia Hadapi Tantangan Baru

Kasus 7 game Steam berbahaya yang kini diselidiki FBI memperlihatkan bahwa ancaman siber di dunia gaming tidak lagi bisa dianggap sepele. Game yang tampak biasa ternyata bisa dipakai sebagai jalan masuk untuk mencuri data, mengambil alih akun. Bahkan merugikan korban secara finansial. Dengan daftar judul yang sudah diumumkan dan proses identifikasi korban yang masih berjalan. Penyelidikan ini berpotensi menjadi salah satu kasus keamanan terbesar yang pernah menyeret nama Steam dalam beberapa tahun terakhir. Bagi gamer, pelajarannya jelas: jangan hanya melihat tampilan game, tetapi juga perhatikan reputasi, sumber promosi, dan keamanan perangkat sebelum menekan tombol install.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.