Sennheiser Profile Wireless, Mic Lengkap untuk Kreator
Sennheiser Profile Wireless menghadirkan dua transmitter, receiver OLED, charging bar multifungsi, internal recording, dan konektivitas Bluetooth.
Sennheiser Profile Wireless hadir sebagai sistem mikrofon wireless yang dirancang untuk kreator konten, videografer, interviewer, podcaster, hingga pengguna smartphone.
Daya tariknya bukan hanya kualitas suara.
Sennheiser mencoba memasukkan hampir seluruh kebutuhan rekaman ke dalam satu paket ringkas. Ada dua transmitter, receiver, berbagai konektor, mounting magnet, serta charging bar multifungsi.
Charging bar tersebut bahkan dapat mengubah salah satu transmitter menjadi mikrofon handheld.
Dalam pengujian yang menjadi sumber artikel ini, sistem tersebut dinilai praktis karena hampir semua perlengkapan utama dapat dibawa dalam satu tempat.
Menariknya, kemampuan Profile Wireless terus bertambah melalui update firmware. Fitur 32-bit float hadir sejak firmware 4.1.0, sedangkan firmware 5.0.0 membawa koneksi Bluetooth langsung tanpa receiver.
Sennheiser Profile Wireless Hadir sebagai Sistem All-in-One
Salah satu kekuatan utama perangkat ini adalah desain all-in-one.
Paket two-channel terdiri dari dua clip-on microphone transmitter dan receiver dua kanal. Seluruh perangkat utama dapat ditempatkan pada sebuah portable charging bar.
Konsepnya lebih dari sekadar tempat penyimpanan.
Charging bar berfungsi untuk menyimpan sekaligus mengisi daya perangkat. Semua komponen dapat ditata dalam satu sistem sehingga pengguna tidak harus membawa beberapa case secara terpisah.
Sennheiser juga menyediakan berbagai aksesori pendukung.
Paket resminya mencakup adapter USB-C, Lightning, cold shoe, kabel 3,5 mm TRS, magnet pemasangan, windscreen, USB-C cable, serta carrying pouch.
Bagi kreator yang sering berpindah lokasi, konfigurasi seperti ini dapat mengurangi perlengkapan terpisah yang harus dibawa.
Charging Bar Bisa Berubah Menjadi Microphone Handheld
Fitur yang cukup unik terdapat pada charging bar.
Ketika transmitter dipasang pada bagian tertentu, perangkat dapat digunakan layaknya mikrofon handheld.
Artinya, satu paket bisa dipakai dalam beberapa konfigurasi.
Untuk wawancara dua orang, kedua transmitter dapat dipasang sebagai clip-on microphone.
Saat melakukan wawancara cepat, transmitter dan charging bar dapat berubah menjadi handheld mic.
Sementara untuk produksi individual, satu transmitter dapat dipasang pada pakaian menggunakan clip atau magnet. Sumber pengujian menyebut fleksibilitas tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Profile Wireless terasa sebagai paket lengkap.
Hal ini juga membedakannya dari sistem wireless microphone yang hanya menyediakan transmitter dan receiver standar.
Bisa Digunakan dengan Kamera, Smartphone, dan PC
Konektivitas menjadi faktor penting untuk mikrofon kreator.
Pengguna hari ini tidak selalu merekam menggunakan kamera profesional.
Satu konten mungkin dibuat menggunakan smartphone. Produksi berikutnya menggunakan mirrorless camera, sedangkan podcast atau streaming dapat dilakukan melalui komputer.
Sennheiser Profile Wireless dirancang untuk menangani skenario tersebut.
Receiver dapat terhubung menggunakan USB-C atau output 3,5 mm TRS.
Pada smartphone, adapter yang tersedia memungkinkan sistem dipasang ke perangkat yang kompatibel.
Sementara kamera dengan input microphone 3,5 mm dapat menggunakan kabel TRS. Sistem juga dapat digunakan bersama PC untuk streaming, podcast, meeting, dan produksi lainnya.
Sennheiser secara resmi menyebut Profile Wireless sebagai sistem dua kanal 2,4 GHz yang dapat merekam dua sumber secara bersamaan.
Receiver OLED Memudahkan Pengaturan
Receiver merupakan pusat kontrol sistem ini.
Ukurannya relatif kecil, tetapi dilengkapi layar sentuh OLED.
Dari receiver tersebut pengguna dapat mengakses pengaturan masing-masing transmitter.
Pengguna juga dapat memulai atau menghentikan internal recording tanpa harus menekan tombol transmitter secara langsung.
Ada pula gyro sensor.
Sensor tersebut memungkinkan orientasi tampilan berubah mengikuti posisi receiver.
Fitur sederhana ini berguna karena receiver bisa dipasang dalam orientasi berbeda ketika digunakan bersama smartphone atau kamera.
Sennheiser juga menyediakan dedicated headphone output untuk monitoring audio.
Dengan demikian, pengguna dapat memeriksa suara sebelum maupun selama proses produksi.
Kualitas Audio Jadi Salah Satu Kekuatan Utama
Fitur lengkap tidak terlalu berguna apabila kualitas rekamannya buruk.
Pada bagian ini, Profile Wireless membawa spesifikasi yang cukup serius.
Transmitter menggunakan mikrofon condenser omnidirectional.
Respons frekuensinya berada pada rentang 60 Hz hingga 20 kHz ketika low-cut filter tidak diaktifkan.
Signal-to-noise ratio tercatat sekitar 78,5 dB(A), sementara latency berada di bawah 8 milidetik.
Spesifikasi resmi juga mencantumkan maximum sound pressure level sekitar 113 dB SPL.
Dalam pengujian sumber awal, hasil rekaman dinilai sudah terdengar jernih tanpa membutuhkan banyak editing tambahan.
Hal tersebut cukup penting bagi kreator yang mengejar workflow cepat.
Semakin sedikit proses perbaikan audio, semakin cepat sebuah konten dapat masuk tahap editing video.
Low-Cut Filter untuk Mengurangi Frekuensi Rendah
Penggunaan di luar studio menghadirkan tantangan berbeda.
Getaran, handling noise, lalu lintas, atau suara rendah dari lingkungan dapat ikut tertangkap microphone.
Profile Wireless menyediakan low-cut filter untuk membantu mengurangi frekuensi rendah yang tidak diinginkan.
Ketika fungsi ini aktif, respons frekuensi microphone dimulai dari sekitar 110 Hz.
Fitur tersebut tidak berarti seluruh noise lingkungan otomatis hilang.
Namun, low-cut dapat membantu mengurangi beberapa gangguan frekuensi rendah sebelum audio masuk proses editing.
Setiap Transmitter Punya Memori Internal 16 GB
Salah satu fitur paling berguna untuk produksi profesional adalah internal recording.
Setiap clip-on transmitter memiliki penyimpanan internal 16 GB.
Kapasitas tersebut mampu menyimpan hingga sekitar 30 jam audio berdasarkan spesifikasi Sennheiser.
Artinya, transmitter tidak hanya berfungsi mengirim sinyal ke receiver.
Perangkat juga dapat menyimpan rekaman lokal.
Fungsi seperti ini sangat berguna sebagai backup.
Misalnya, receiver kehilangan koneksi beberapa saat ketika subjek bergerak terlalu jauh atau melewati penghalang.
Rekaman lokal masih dapat menjadi sumber audio cadangan.
Backup Recording Aktif Saat Sinyal Melemah
Sennheiser memberikan fitur khusus bernama Backup Recording Mode.
Ketika mode tersebut diaktifkan, internal recording dapat dimulai otomatis apabila sinyal wireless melemah atau terputus.
Fitur ini penting terutama untuk shooting yang sulit diulang.
Bayangkan sedang merekam wawancara penting atau sebuah momen acara.
Sinyal wireless terganggu selama beberapa detik.
Tanpa backup recording, bagian tersebut berpotensi hilang.
Dengan adanya rekaman lokal pada transmitter, editor mempunyai peluang mendapatkan audio utuh dari file internal.
Sumber review juga menyoroti kombinasi memori 16 GB, Backup Recording, dan Safety Channel sebagai salah satu nilai tambah utama perangkat ini.
Safety Channel Membantu Menghindari Audio Clipping
Masalah lain dalam perekaman audio adalah clipping.
Hal tersebut terjadi ketika level suara masuk terlalu tinggi sehingga sinyal melewati batas dan menghasilkan distorsi.
Profile Wireless menyediakan Safety Channel Mode.
Dalam mode ini, salah satu channel menyimpan atau mengeluarkan audio dengan level lebih rendah.
Jadi, apabila channel utama mengalami clipping akibat suara mendadak terlalu keras, pengguna memiliki track alternatif dengan gain yang lebih rendah.
Fitur ini dapat menjadi penyelamat untuk wawancara.
Level suara seseorang tidak selalu konsisten.
Narasumber dapat berbicara pelan, kemudian tiba-tiba tertawa atau berbicara jauh lebih keras.
Safety Channel memberikan ruang keamanan tambahan.
Mendukung Rekaman 32-Bit Float
Fitur lain yang memperkuat keamanan rekaman adalah 32-bit float recording.
Kemampuan tersebut bukan fitur awal ketika Profile Wireless pertama kali diluncurkan.
Sennheiser menambahkannya melalui firmware 4.1.0 pada Mei 2025.
32-bit float memberikan dynamic range yang sangat luas.
Dalam workflow yang kompatibel, level suara yang terlalu rendah atau tinggi memiliki ruang pemulihan lebih besar ketika masuk software editing.
Namun, 32-bit float bukan berarti pengguna bisa mengabaikan seluruh teknik perekaman.
Penempatan microphone, kondisi ruangan, noise lingkungan, serta kualitas sumber suara tetap menentukan hasil akhir.
Meski demikian, kombinasi 32-bit float dengan internal recording membuat Profile Wireless lebih aman ketika digunakan pada situasi produksi yang sulit diprediksi.
Sennheiser Profile Wireless Sekarang Mendukung Bluetooth
Salah satu upgrade paling menarik hadir pada 2026.
Melalui firmware 5.0.0, transmitter Profile Wireless kini dapat terhubung langsung ke smartphone, tablet, laptop, atau komputer tanpa menggunakan receiver.
Fitur tersebut juga telah diuji pada smartphone Android dalam sumber review.
Setelah transmitter masuk Bluetooth Mode, perangkat dapat ditemukan melalui menu Bluetooth dan digunakan untuk merekam menggunakan aplikasi kamera ponsel yang mendukungnya.
Setup menjadi jauh lebih minimalis.
Kreator tidak lagi selalu membutuhkan receiver yang menggantung di port smartphone.
Port USB-C juga tetap kosong dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain.
Ada Bluetooth LE Audio dan Bluetooth Classic
Koneksi Bluetooth pada Profile Wireless tidak hanya menggunakan satu standar.
Firmware 5.0.0 mendukung Bluetooth LE Audio dengan codec LC3 serta Bluetooth Classic pada perangkat yang kompatibel.
LE Audio dengan LC3 menawarkan kualitas dan latency yang lebih baik pada perangkat yang mendukungnya.
Bluetooth Classic mempunyai kompatibilitas lebih luas, tetapi terdapat kompromi pada kualitas dibandingkan koneksi LE Audio.
Sennheiser sendiri memberikan catatan penting.
Untuk mendapatkan kualitas audio terbaik, perusahaan masih merekomendasikan penggunaan receiver Profile Wireless dibandingkan koneksi Bluetooth langsung.
Jadi, Bluetooth lebih tepat dilihat sebagai opsi praktis daripada pengganti receiver dalam seluruh situasi produksi.
Bluetooth Tidak Membutuhkan Aplikasi Tambahan
Keuntungan lainnya adalah proses koneksi tidak membutuhkan aplikasi khusus.
Sistem dapat dipasangkan langsung melalui menu Bluetooth perangkat kompatibel.
Hal tersebut membuat workflow mobile menjadi sederhana.
Kreator dapat membawa satu transmitter dan smartphone untuk membuat video singkat tanpa harus membawa seluruh sistem.
Ketika membutuhkan produksi dua orang atau kualitas koneksi maksimal, receiver dapat digunakan kembali.
Fleksibilitas ini membuat satu perangkat mampu melayani dua tipe workflow yang berbeda.
Daya Tahan Baterai hingga Tujuh Jam
Sennheiser mencantumkan runtime hingga sekitar 7 jam ketika perangkat digunakan dengan transmisi wireless.
Dalam kondisi tanpa transmisi wireless, runtime tertentu dapat mencapai sekitar 14 jam.
Charging bar kemudian berfungsi sebagai tempat pengisian saat perangkat tidak digunakan.
Untuk kreator yang melakukan shooting sepanjang hari, sistem seperti ini memudahkan transmitter dikembalikan ke charging bar di antara sesi rekaman.
Namun, daya tahan aktual tetap dapat berubah.
Mode penggunaan, kondisi baterai, suhu, Bluetooth, internal recording, dan konfigurasi lainnya dapat memengaruhi runtime.
Ringkasan Spesifikasi Sennheiser Profile Wireless
| Spesifikasi | Sennheiser Profile Wireless |
|---|---|
| Sistem wireless | 2,4 GHz, dual-channel |
| Transmitter | 2 clip-on mic pada paket two-channel |
| Tipe mikrofon | Condenser |
| Pickup pattern | Omnidirectional |
| Respons frekuensi | 60 Hz–20 kHz |
| Low-cut aktif | Mulai sekitar 110 Hz |
| SNR | 78,5 dB(A) tipikal |
| Latency | Di bawah 8 ms |
| Memori internal | 16 GB per transmitter |
| Internal recording | Hingga sekitar 30 jam |
| Rekaman | 24-bit dan 32-bit float |
| Safety Channel | Ya |
| Backup Recording | Ya |
| Bluetooth | LE Audio/LC3 dan Classic |
| Smartphone | USB-C, Lightning, Bluetooth |
| Kamera | USB-C atau 3,5 mm TRS |
| Charging bar | Storage, charging, handheld mic |
| Runtime wireless | Hingga sekitar 7 jam |
Spesifikasi teknis utama tersebut sesuai dengan dokumentasi resmi Sennheiser.
Siapa yang Cocok Menggunakan Profile Wireless?
Produk ini terutama menarik untuk kreator yang membutuhkan beberapa metode perekaman dalam satu sistem.
Content creator smartphone dapat menggunakan receiver melalui USB-C atau memanfaatkan Bluetooth untuk setup yang lebih minimalis.
Videografer dapat memasangnya langsung ke kamera melalui cold shoe dan koneksi audio yang tersedia.
Podcaster dan interviewer mendapatkan dua transmitter sekaligus, sehingga dua orang dapat direkam secara terpisah.
Mobile journalist bisa menggunakan charging bar sebagai handheld microphone ketika melakukan wawancara cepat.
Sementara streamer dan pekerja remote dapat menghubungkannya dengan komputer.
Fleksibilitas tersebut menjadi alasan utama mengapa Profile Wireless lebih cocok disebut sebuah sistem microphone daripada hanya clip-on wireless biasa.
Apa Kekurangannya?
Meskipun fiturnya lengkap, ada beberapa hal yang perlu dipahami.
Pertama, Bluetooth bukan koneksi utama untuk mendapatkan kualitas maksimal.
Sennheiser sendiri masih menyarankan receiver ketika kualitas audio menjadi prioritas.
Kedua, Profile Wireless tidak memiliki dukungan timecode. Dokumentasi resmi Sennheiser mengonfirmasi fitur tersebut memang tidak tersedia.
Untuk produksi film multi-camera yang membutuhkan sinkronisasi timecode profesional, hal tersebut perlu menjadi pertimbangan.
Ketiga, baterai di dalam perangkat bersifat built-in dan tidak dapat diganti langsung oleh pengguna.
Namun, kekurangan tersebut perlu dibandingkan dengan target penggunaan produk yang lebih berfokus kepada kreator dan produksi mobile.
Apakah Sennheiser Profile Wireless Layak untuk Kreator?
Sennheiser Profile Wireless menawarkan kombinasi yang jarang ditemukan dalam satu paket.
Dua transmitter memungkinkan wawancara dua orang.
Charging bar tidak hanya menyimpan dan mengisi perangkat, tetapi juga dapat mengubah transmitter menjadi handheld microphone.
Receiver OLED memberikan akses mudah terhadap pengaturan.
Internal storage 16 GB per transmitter menyediakan ruang hingga sekitar 30 jam rekaman.
Safety Channel dan Backup Recording membantu melindungi produksi dari clipping maupun gangguan sinyal.
Kemudian ada 32-bit float yang memberikan fleksibilitas lebih besar ketika melakukan editing.
Firmware 5.0.0 bahkan memperluas kegunaan perangkat melalui koneksi Bluetooth langsung ke smartphone dan komputer.
Dalam review sumber awal, hampir tidak ditemukan kendala berarti selama pairing, koneksi antarperangkat, maupun penggunaan sehari-hari. Sistem penyimpanannya juga dinilai membuat seluruh perangkat lebih mudah dibawa dan disiapkan.
Bagi kreator yang hanya membutuhkan satu clip-on microphone sederhana, seluruh fitur tersebut mungkin terasa berlebihan.
Namun, untuk pengguna yang berpindah antara smartphone, kamera, PC, wawancara, podcast, dan produksi lapangan, Profile Wireless menawarkan fleksibilitas yang jauh lebih luas.
Dengan tambahan Bluetooth dan 32-bit float melalui update firmware, Sennheiser Profile Wireless juga menunjukkan keunggulan lain: kemampuannya masih dapat berkembang setelah perangkat dibeli.
Baca juga : Disc to Digital Xbox Ubah Game Fisik Jadi Digital
